Postingan

Menampilkan postingan dari 2009

3 bulanan Nara

Gambar
Hari ini, 29 Desember 2009, adalah hari dimana ada acara 3 bulanan adikku Nara. Jadinya sejak hari ini adikku sudah boleh main di tanah. Udah bisa masuk ke Sanggah, pura keluarga. Banyak banget teman bapak dan ibu yang datang. Juga keluarga dekat.

Umurku sekarang sudah 2 tahun

Gambar
Hore, sekarang umurku sudah dua tahun.  Tanggal 20 November kemarin tepatnya, namun biar pas libur maka baru hari Minggu, 22 November 2009 dirayakan. Acaranya seh kecil-kecilan aja.  Tapi makanannya sih lumayan banyak.  Kue ULTAHnya aja ada dua, satu dibelikan ibu, satunya dibuatkan tante Rosita.  Ada juga es krim sumbangan dari tante Pipit dan om Wira.  Selain itu ada Nasi Kuning Ayam Goreng buatan Ibu dan Dadong.  Mmmmhh.  banyak kan makanannya.  Aku aja yg biasanya gak terlalu doyan makan, abis dua porsi kue dan setengah dos nasi kuning.  Pokoknya seru deh.. Terimakasih ya teman2, om dan tante yang udah mo datang pada perayaan ULTAHku...  Semoga kita bisa bertemu lagi di perayaan yang lain di waktu mendatang.

Hari ini Ultahku

Hallo para pembaca. Hari ini Ulang Tahun ke-2ku. Bapakku masih di Biak pagi ini. Tapi dia janji akan datang sore nanti. Maunya langsung jalan2. Ibu bilang mau jemput di rumah Tante Pipit di Kesambi. Maklum SIM ibuku belum diperpanjang, jadi belum berani bawa mobil jauh2 hehehe... Oke deh.. Itu saja pengumuman hari ini. Siapa ya yang mau ucapkan selamat padaku? Jangan lupa hadiahnya juga ya...

Ryan udah bisa ikutan milih barang

Gambar
Sore ini aku diajak Bapak dan Ibu jalan ke Ramayana. Ceritanya sih ibu mo belanja beli buku bacaan untuk dibaca2 saat menyusui adik Nara. Sesampai di Ramayana Bali Mall, kami menuju Gunung Agung untuk beli novel. Aku juga kebagian. Ibu membelikan poster binatang2. Senangnya... Abis memilih2 buku, kami turun ke lantai bawah untuk pulang. Di lantai 1 ibu pengen sekali membelikanku baju. Ramayana saat itu ramai sekali. Maklum besok lusa Hari Raya Galungan. Seperti halnya hari raya Idul Fitri, semua orang ingin beli baju baru untuk dipakai saat Galungan. Sampailah kami di bagian anak2. Ibu dan Bapak sedang asik2 memilih2 baju dan celana yang cocok untukku. Lalu aku ngapain ya...? Daripada bengong maka aku ikut2an melihat2 sekelilingku. Mmmh.. sepertinya sepatu itu cocok untukku. Aku ambil sepasang sepatu. Kulepas sandalku sambil duduk lalu aku coba untuk memakainya. Hehehe Bapak rupanya melihatku mengepas sepatu ini. Bukannya melarang, ia malah membantuku mencobakan. Sayangnya terlalu besa

Sayang adik

Gambar
Adikku ini kerjanya bobo dan nyonyo (menyusu) terus. Kayanya beda deh denganku yang gak mau minum ASI. Adikku ini mau minum ASI dan kayanya malah gak mau berhenti-berhenti kalau belum bobo. Mangkanya kerjanya kalau gak bobo ya nyonyo, kalau gak nyonyo ya bobo ih.. gak seru neh. Tapi aku disuruh bapak dan ibu harus menyayangi adikku. Hmmm.. kenapa ya? Baiklah, aku cium aja adikku ini...

Adikku lahir

Gambar
Pagi hari ini, 16 September 2009, di RS Puri Bunda lahir adikku. Kata ibu kira-kira pukul 04.20 WITA lahirnya. Hanya berdua ditemani bapak ibu melahirkan normal dibantu oleh dokter Tjok. Lahirnya adikku ini menurut dokter sudah terlambat seminggu. Karena tidak juga ada tanda-tanda kontraksi maka dibantu dengan rangsangan agar perut ibuku mau berkontraksi. Syukurlah akhirnya adikku bisa lahir dengan normal dan tidak kekurangan satu apa. Adikku lahir dengan berat 380 gram dan panjang 53 cm. Hmm... panjang juga ya. Kira-kira adikku ini bakalan jadi teman atau musuhku ya...? Kita lihat saja nanti :)

Ulang Tahun Bapakku

Gambar
Pagi ini ibuku sambil menggosok-gosok pantatku berupaya membangunkanku. Apaan sih.. Sambil terus menggosok-gosok ibuku bilang "Ryan bangun yuk, mau tiup lilin gak?" "Tiup lilin??" pikirku sambil membuka mata perlahan. "Sepertinya seru..." Ternyata pagi ini ibu sudah menyiapkan kue ulang tahun. Hari ini 24 Agustus 2009 adalah ulang tahun Bapak. Tadinya sih gak berencana pakai tiup lilin segala. Ibukulah yang mengusulkan untuk beli kue ultah dan lilin2nya. Sekalian untuk aku latihan tiup lilin. Hehehe.. ada2 saja ide ibuku ini. Tapi gak papa kan yang penting aku jadi bisa tiup2 lilin. Jadinya nanti saat ultah 2 tahun umurku, aku sudah berpengalaman dalam meniup lilin. Asyik...!!!!

Benjol deh

Gambar
Belajar jalan udah pasti beresiko.  Apalagi kalau ditambah jalannya pakai naik turun undak-undakan.  Resikonya dari jatuh, kesandung, nabrak pintu atau tiang dan yang paling parah ya terjun bebas...   Lagi seru-serunya nih aku belajar jalan.  Apalagi bapak libur panjang.  Udah lebih sebulan menemaniku dan ibu di rumah.  Jadi tiap pagi udah ada teman bermainku.  Ibu sementara bisa santai pagi hari melanjutkan bobonya yang sering keganggu tiap malam bikinin aku susu.   Prosesi tiap pagi adalah bangun pagi, turun dari kasur, pipis, muter-muter di kamar sampai matahari agak-agak terang di luar.  Kalau di luar kamar sudah terang barulah aku boleh jalan keluar kamar.  Dan sebulan ini Bapak teman bermainku di luar kamar. Tanggal 25 Januari 2006 itu, seperti biasa pagi2 aku udah mulai keluar kamar.  Ibu juga rajin, ambil sapu lidi dan mulai menyapu halaman.  Bapak sebentar ke kamar mandi, pipis.  Karena sudah sangat bersemangat, akupun langsung jalan2 keliling halaman.  Tak satupun terlalu mem

Yogya - Surabaya di malam tahun baru

Gambar
Naik kereta api tut...tut..tuuut... Si...apa hendak turut.... Ke Bandung (eh bukan..) Surabaya (ya' tepat). ..... Aku ke Surabaya bersama Bapak dan Ibu naik kereta api. Nama kereta apinya Sancaka. Kereta ini berangkat sore hari pukul 16.00 WIB dari Stasiun Tugu. Kata Bapak kira-kira jam sepuluh malam akan tiba di Stasiun Gubeng, Surabaya. Sore itu sudah tanggal 31 Desember, jadi kami akan bermalam tahun baru di Surabaya. Tanti Vidi dan om Putu sudah siap akan menjemput kami di stasiun Gubeng. Ehm udah gak sabar neh ingin tahu kaya apa ya kota Surabaya itu. Kata Ibu Surabaya itu panas, jadi agak-agak kurang cocok buat ibuku yang anti kegerahan itu he..he..he... Tapi di kereta api Sancaka ini udara di dalam ruangan dingin sekali. Aku sih tidak terlalu merasakan karena baru beberapa menit berjalan sudah langsung tidur. Ibuku yang paling menderita. Berhubung sudah sakit flu sejak beberapa hari lalu, maka udara dingin ini membuat tidak nyaman untuk ada dalam ruangan. Ujung-